Press Rilis Sat Reskrim Polres Aceh Selatan Terkait Ilegal Mining

Press Rilis Sat Reskrim Polres Aceh Selatan Terkait Ilegal Mining

- in Humas, Mitra Polisi, Reskrim
149
0

TribratanewsAcehSelatan- Polres Aceh Selatan melaksanakan kegiatan Konferensi Press terkait Tambang Emas ilegal di Aula Wira Pala Polres Aceh Selatan.Senin(30/09/19) sekira pukul 10.00 Wib

Kapolres Aceh Selatan AKBP Dedy Sadsno,ST menyampaikan kronologis kejadian berawal saat Personil Opsnal Sat Reskrim Polres Aceh Selatan melakukan patroli rutin di wilayah Kecamatan Kluet Tengah pada hari Jum’at tanggal 20 September 2019 sekitar pukul 12.00 wib kemudian di dalam perjalanan petugas mendapatkan informasi bahwasanya ada aktifitas pengolahan tanah yang mengandung emas di gampong lawe melang yang menggunakan bahan bahan kimia dan tidak memiliki ijin.

Kapolres Aceh Selatan di dampingi oleh Kasat Reskrim Polres Aceh Selatan IPTU ZESKA JULIAN TARUNA, W.S.S.I.K mengatakan petugas menemukan alat pengolahan emas (blender) dilokasi tersebut dan langsung mengamankan saudara IS (46) jenis kelamin laki-laki, pekerjaan Swasta, Alamat gampong lawe malang Kecamatan Kluet Tengah Kabupaten Aceh Selatan. 

Tak hanya itu, petugas juga menemukan bahan-bahan kimia yang di gunakan untuk mengolah emas serta menyita Barang Bukti berupa Emas Kurang Lebih 20,54(dua puluh koma lima puluh empat)Gram, Perak Kurang Lebih 111,72(seratus sebelas koma tujuh puluh dua)Gram, 7(tujuh) Sak CARBON merk Premium, 1(satu) sak Carbon Merk Diamond, 1(satu) sak CAUSTIC SODA, 1(satu) Jerigen CORROSIVE (air keras), 2(dua) droum SODIUM CYANIDA, 3(Tiga) buah timbangan digital, 1(satu) Botol sprit warna hijau bercampur Mercury dengan air Kurang Lebih seberat 580,78(lima ratus delapan puluh koma tujuh puluh delapan)Gram, 1(satu) Set mangkok tempat pembakaran emas, 1(satu) set alat pembakaran emas, 1(satu) Unit tempat Tuangan emas, 1(satu) Unit Blower.

Pasal yang diterapkan terhadap pelaku Pasal 161 undang-undang No. 4 tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara jo pasal 106 undang undang RI No 7 tahun 2014 tentang perdagangan.  Ancaman Hukuman paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp.10.000.000.000 (sepuluh miliar rupiah).[Humasresasel] 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may also like

Kapolres Aceh Selatan Hadiri Kegiatan Muzakarah Ulama Di Rumoh Agam

Tribratanewsacehselatan – Kapolres Aceh Selatan AKBP Dedi Sadsono.